Membedah File-File Blueprint CSS
Membedah File Screen.css

Isi File Screen.css
Jika anda perhatikan isi file screen.css, semua style sudah tersusun rapi sesuai dengan fungsinya
. Bayangkan berapa lama waktu yang anda bisa hemat dari menulis CSS dari nol! Belum lagi proses debugging browser IE yang menjengkelkan.
.
Berikut ini uraian penjelasan stylesheet berdasarkan fungsinya:
Reset CSS
Isi dari Reset CSS ini kurang lebih fungsinya sama dengan CSS Reset yang lain seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya di artikel ini. Secara garis besar CSS Reset berfungsi untuk menetapkan standar CSS supaya setiap browser memiliki stylesheet standar yang sama.
Disarankan supaya anda tidak mengutak-atik apapun pada CSS Reset. Karena setiap style yang didefinisikan di Blueprint CSS ini berdasar pada CSS Reset yang sudah dibuat.
Typography
Sesuai dengan namanya, typography menetapkan peraturan untuk penggunaan CSS properties yang memiliki efek pada jenis dan gaya pada huruf. Properti-properti yang didefinisikan pada bagian ini adalah:
- font-family
- font-style
- font-weight
- font-size
- color
- line-height
- margin
- padding
Blueprint juga menambahkan class-class yang juga berfungsi untuk memberikan aksen khusus pada fungsi tertentu:
- .small, untuk mengecilkan ukuran font
- large, untuk membesarkan ukuran font
- .hide, untuk menyembunyikan elemen tertentu
- .quiet, untuk memberikan aksen “sunyi” dengan memberikan warna font yang sangat muda
- .loud, untuk memberikan aksen “lantang” dengan memberikan warna font yang sangat terang
- .highlight, untuk memberikan marka pada tulisan
- .added, berguna untuk memberitahu bahwa sebuah data telah ditambahkan
- .removed, berguna untuk memberitahu bahwa sebuah data telah dihapus
- .first, .last, .top, .bottom masih belum jelas bagi saya buat apa. Tapi dilihat dari cssnya sepertinya untuk mengatur letak floating element. Kalau ada yang tahu, segera komen , yah.

Forms
CSS ini mendefinisikan style-style khusus untuk elemen-elemen form. Elemen-elemen tersebut adalah:
- label
- fieldset
- legend
- input (untuk tipe text, password, radio button dan checkbox)
- textarea
- form
Class-class khusus untuk elemen-elemen form pada CSS ini adalah:
- .error, untuk memberikan informasi “Error” pada saat submit form
- .notice, untuk memberikan notifikasi pada saat mengisi form
- .success, untuk memberikan informasi “Success” pada saat submit form
Grid
CSS ini seringkali menjadi alasan utama kenapa orang menggunakan CSS Framework karena Grid berfungsi untuk menentukan ukuran dan posisi dari elemen. Properti-properti yang sering dijumpai pada Grid ini adalah:
- float (left atau right)
- clear
- margin
- padding
Pada CSS Grid terdapat segudang class. Sangat banyak, mendetail, dan setiap class memiliki ciri khas masing-masing. Namun masih dapat dikelompokkan menjadi daftar berikut ini:
- span-#, berfungsi menentukan ukuran width pada elemen. Contohnya .span-1, akan memberikan width sebesar 30 pixel. Jika disandingkan dengan elemen-elemen form, akan mengatur panjang dari masing-masing elemen form berbasis box (input tipe text, password, submit dan textarea)
- append-#, berfungsi memberikan padding kanan pada elemen berbasis box sejumlah pixel tertentu. Dinamai “append” karena penambahan dilakukan “setelah” konten.
- prepend-#, kebalikan dari append, prepend justru menambahkan padding kiri.
- div.border, memberikan border kanan untuk kolom
- div.colborder, juga memberikan border kanan, namun lebih menambahkan padding kanan untuk menimbulkan kesan yang lebih lapang
- pull-#, memberikan margin kiri negatif untuk memberikan kesan “tertarik” ke sebelah kiri
- push-#, kebalikan dari pull, push memberi margin kiri positif untuk memberikan kesan “terdorong” ke sebelah kanan
- prepend-top dan append-bottom, memberikan padding sesuai dengan namanya masing-masing
- clear, clearfix, hr, hr.space; berfungsi untuk “membersihkan” layout dari elemen-elemen floating
Satu hal yang patut diperhatikan untuk Blueprint CSS ini adalah asumsi bahwa lebar website adalah 950pixel (dapat dilihat pada class .container). Hal ini patut diperhatikan bagi para website developer bahwa class-class pada Grid ini bisa berfungsi secara optimal untuk website dengan lebar 950 pixel. Anda bisa saja menambah atau mengurangi lebar website anda. Namun patut diperhatikan bahwa beberapa class memiliki width yang cukup besar, misalnya .prepend-23 memiliki padding kiri sebesar 920 pixel tentunya tidak baik untuk website yang lebarnya hanya 900 pixel.
Saya pribadi tidak pernah menggunakan Grid CSS karena terlalu banyak class yang “tidak perlu”. Dalam arti, saya tidak akan 100% menggunakan seluruh span-# atau append-# ke dalam desain-desain saya. Lebih baik kelebihan alokasi space tersebut saya salurkan untuk membuat class dengan ukuran seperlunya saja.
Tapi ini hanya masalah preferensi saja, anda tentu saja bebas menggunakan class-class tersebut.
halaman berikutnya… Membedah Print.css, IE.css, dan Kesimpulan






wah keren tutorialnya gan
Yoi, boi. Semoga bermanfaat
. Cuman bagian script ruby nya belum aku telusurin. 
Thx Gan..
Tutorial yg muanteb..
Hati – Hati. CSS Framework berdasarkan hasil riset saya hanya diperuntukkan bagi yang sudah mature atau experience di bidang CSS. Jadi usahakan anda belajar CSS dahulu baru gunakan frameworknya
.
Saya rasa justru developer yang masih awam terhadap CSS yang membutuhkan CSS Framework
Karena mereka dapat menggunakan class-class yang sudah ditentukan di dalam framework tanpa perlu mengetahui kegunaan-kegunaan atribut CSS di dalamnya.
Namun apabila tidak suka dengan style default pada framework dan ingin mengubah atribut-atribut CSS nya, tentu perlu (harus!) mempunyai pengetahuan CSS yang teramat sangat dalam.
hehehe
Hmm betul dan justru karena alasan inilah “Karena mereka dapat menggunakan class-class yang sudah ditentukan di dalam framework tanpa perlu mengetahui kegunaan-kegunaan atribut CSS di dalamnya.” maka para expert menyarankan mereka yg masih awam untuk belajar CSS(minimal tahu atributnya) karena CSS Framework bisa memanjakan kita (melihat dari sudut pandang psikologi bukan web developer):D. Gimana menurut anda?
Coba deh liat bagian bawah diskusinya/commentnya di
http://css-tricks.com/what-are-the-benefits-of-using-a-css-framework/
Malahan banyak yang mengatakan bahwa jangan belajar CSS Framework tetapi belajar CSS, akan tetapi ada juga yang mendukung (saya mendukung) jika bisa hemat byk waktu
.
Menurut saya, bagi web developer yang sudah “puas” dengan tampilan yang disajikan CSS Framework, ga perlu dipelajari lebih lanjut.
Tapi kalau ingin mempercantik tampilan, tentunya wajib belajar CSS.
Sedangkan bagi saya sendiri, hanya beberapa bagian dari CSS Framework saja yang saya butuhkan. Misalnya, CSS Resets. Karena bikin CSS Resets ini makan waktu, analisa, dan pikiran.
Kalau sudah ada yang bikin dan terbukti tokcer, ga perlu repot2 lagi
masih nubi, nyimak dulu, pelhjari dulu, thx banget ni info eh tutorialnya keren banget
very nice info . .
thx for share!
translet nya jago gan
tapi ane blom paham css 2
css 3 dah keluar uy
nyimak mode on sajalah ane mah
eh itu file css blueprint-nya buat ditaro di hostingan ato cuma panduan buat bikin file css baru
?
Kalau gw ga pernah make CSS Blueprint ini sepenuhnya. Cuman comot beberapa hal aja, misalnya CSS Reset dan Form. Jadi, dipake buat panduan bikin file CSS baru
CSS 3 gw pelajari nya nanti aja, nunggu IE 6 musnah dari muka bumi ini.
waw tutorialnya sangat baik,. sekedar saran, kalau bisa buatin tutorial untuk penggunaannya juga mas, buat grid / layout wordpress, yang penting implementasi. terima kasih.
[...] Tutorial Menggunakan Blueprint CSS Framework [...]
Setuju eNyahlah IE dari peradabab Browser. paling rewel tuh benda
[...] Sumber : http://cssasyik.com/2009/11/tutorial-menggunakan-css-framework/ [...]
Mksih banyak tutornya mas,. saya sedang mempelajari blueprint ini, malahan sudah saya terapkan di satu theme yg saya buat